Jumat, 03 Oktober 2025

208 Personel Dikerahkan Polresta Sidoarjo untuk Kawal Evakuasi di Ponpes Al Khoziny


SIDOARJO, Dialektika.my.id 
– Tiga hari pascakejadian di Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, proses evakuasi akhirnya dilakukan dengan bantuan alat berat. Untuk memastikan kelancaran dan keamanan selama proses berlangsung, Polresta Sidoarjo menurunkan 208 personelnya.

Seluruh personel tersebut ditugaskan untuk mengamankan lokasi evakuasi dan membantu kelancaran pengangkatan puing-puing bangunan yang runtuh. Penempatan mereka telah diatur sesuai instruksi Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol. Christian Tobing.

Tidak hanya berfokus di dalam lingkungan pesantren, pengamanan juga diperluas hingga ke sekitar lokasi. Terlihat anggota Satuan Lalu Lintas Polresta Sidoarjo melakukan pengaturan dan rekayasa arus lalu lintas di sejumlah titik padat, seperti di simpang traffic light Maspion 2, Banjar Kemantren, Buduran.

Kabag Ops Polresta Sidoarjo, Kompol M. Irfan, menjelaskan bahwa pengerahan personel untuk pengamanan evakuasi sudah dimulai sejak Kamis (2/10/2025).

"Kami mohon dukungan dan pengertian masyarakat. Semoga proses evakuasi korban dan pengangkatan material reruntuhan di Ponpes Al Khoziny oleh pihak berwenang berjalan lancar," ujar Kompol M. Irfan pada Jumat (3/10).

Di sisi lain, tim Dokkes dari Polda Jatim dan Polresta Sidoarjo juga telah disiagakan untuk menangani korban yang mungkin ditemukan selama proses evakuasi berlangsung.


Sunber: humas

Editor: budi

Share:

0 comments:

Posting Komentar