PAPAN IKLAN #1

Dari kami layanan iklan - dialektika.my.id.

PAPAN IKLAN #2

Dari kami layanan iklan - dialektika.my.id.

PAPAN IKLAN #3

Dari kami layanan iklan - dialektika.my.id.

PAPAN IKLAN #4

Dari kami layanan iklan - dialektika.my.id.

PAPAN IKLAN #5

Dari kami layanan iklan - dialektika.my.id.

Senin, 15 Juni 2026

Semarak Wayang Kulit HUT Bhayangkara, Kapolda Jatim Gaungkan "Jogo Jawa Timur" di Blambangan

BANYUWANGI, Dialektika.my.id – Ribuan warga memadati area Taman Blambangan, Banyuwangi, Sabtu (13/6/2026) malam. Mereka hadir untuk menyaksikan pagelaran wayang kulit akbar yang digelar sebagai rangkaian menyambut Hari Bhayangkara ke-80.
 
Kegiatan budaya ini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga menjadi jembatan silaturahmi erat antara kepolisian dan masyarakat, sekaligus upaya melestarikan kearifan lokal.
 
Dalam acara yang dimeriahkan oleh Dalang Ki MPP Bayu Aji ini, diangkat lakon bertajuk “Pandawa Mbangun Praja”.
 
Hadir secara langsung dalam kesempatan tersebut, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto, didampingi Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Wakil Bupati Mujiono, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan, Ketua DPRD I Made Cahyana Negara, serta jajaran Forkopimda dan tokoh masyarakat.
 
Nilai Pandawa Selaras Tugas Polri
 
Dalam sambutannya, Kapolda Jatim menegaskan bahwa wayang kulit bukan sekadar seni, melainkan media penyampai pesan moral dan nilai kehidupan yang mendalam.
 
"Esensi dari lakon Pandowo Membangun Projo ini sangat relevan dan selaras dengan komitmen kita menyongsong Hari Bhayangkara ke-80,” ujar Irjen Nanang.
 
Ia menjelaskan, sosok Pandawa dalam pewayangan melambangkan pemimpin yang teguh memegang prinsip keadilan, kebenaran, dan pengabdian. Nilai-nilai inilah yang menjadi cerminan komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik.
 
“Polri terus membangun dan memperbaiki diri melalui tema besar Polri Untuk Masyarakat," ungkapnya.
 
Lebih jauh, Irjen Nanang menyamakan peran Pandawa sebagai pelindung dengan tugas Polri yang hadir di tengah masyarakat.
 
"Demikian pula harapan dan tekad kami di institusi kepolisian, seluruh anggota Polri senantiasa hadir di tengah-tengah masyarakat, memberikan rasa aman, menyingkirkan segala bentuk kejahatan dan ketidakadilan, serta menjadi teladan dalam pelayanan yang prima,” kata Irjen Nanang.
 
Semangat "Jogo Jawa Timur"
 
Filosofi lakon ini juga menjadi wujud nyata dari program unggulan yang diusung, yaitu Semangat Jogo Jawa Timur. Sebuah gerakan yang mengutamakan gotong royong dan kebersamaan lintas elemen masyarakat.
 
“Melalui Semangat Jogo Jawa Timur, kita bahu-membahu membangun projo, menjaga kampung halaman kita dari berbagai ancaman perpecahan, hoaks serta intoleransi,” pungkas Irjen Nanang.
 
Sementara itu, Bupati Ipuk Fiestiandani memberikan apresiasi tinggi atas penyelenggaraan acara ini. Menurutnya, kegiatan budaya seperti ini sangat penting untuk mempererat persatuan di tengah modernisasi.
 
"Melalui kegiatan seperti ini, nilai-nilai kebangsaan, gotong royong, dan persatuan dapat terus diwariskan kepada generasi muda,” ujar Ipuk.

Sumber: Humas
Editor: Redaksi Dialektika.my.id
Share:

Jumat, 12 Juni 2026

Cuma Kurang dari 24 Jam, Satreskrim Polresta Banyuwangi Tangkap Komplotan Pencuri Blower AC di 22 Lokasi

BANYUWANGI, Dialektika.my.id – Kecepatan dan ketepatan analisis ditunjukkan oleh jajaran Kepolisian Resor (Polresta) Banyuwangi. Berhasil mengungkap kasus pencurian komponen luar (outdoor) atau blower AC, polisi berhasil mengamankan tiga pelaku hanya dalam waktu kurang dari 1x24 jam sejak laporan diterima.
 
Kepala Polresta Banyuwangi, Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., membenarkan kasus ini. Pengungkapan bermula dari laporan kehilangan dua unit outdoor AC di sebuah fasilitas pendidikan di Kecamatan Glagah, Selasa (9/6/2026).
 
"Menindaklanjuti laporan masyarakat, kami langsung menginstruksikan jajaran Satreskrim untuk bergerak cepat. Tim segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta menganalisis petunjuk dari rekaman kamera pengawas atau CCTV di lokasi kejadian," jelas Kapolresta.
 
Dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim, Kompol Lanang Teguh Pambudi, S.I.K., tim gabungan Unit II Satreskrim dan Reskrim Polsek Glagah berhasil melacak identitas pelaku. Pada hari yang sama, petugas berhasil mengamankan tiga tersangka berinisial G (38), S (39), dan L (44).
 
Dari tangan para pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain dua unit sepeda motor, tangga aluminium, pisau, serta berbagai alat potong seperti tang dan kunci inggris.
 
Pengembangan kasus membawa hasil mengejutkan. Di hadapan penyidik, ketiga tersangka mengakui bahwa mereka merupakan komplotan spesialis yang telah beraksi di 22 lokasi berbeda di Banyuwangi. Sasaran mereka tidak hanya di lingkungan pendidikan, tetapi juga kantor pelayanan, bank, tempat ibadah, hingga perumahan warga.
 
Saat ini, para pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolresta Banyuwangi untuk menjalani proses hukum. Mereka dijerat dengan pasal pencurian dengan pemberatan sesuai ketentuan yang berlaku.
 
Di akhir keterangannya, Kapolresta mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan meningkatkan sistem keamanan.
 
"Kami mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk mengoptimalkan sistem keamanan mandiri, memastikan penerangan yang memadai, dan memanfaatkan teknologi CCTV. Apabila menemukan aktivitas atau individu yang mencurigakan, segera laporkan melalui layanan Call Center 110 atau ke polsek terdekat," pungkasnya.(***)

Sumber: humas
Editor: Redaksi Dialektika.my.id
Share: