Banyuwangi, Dialektika.my.id - Program pemerintah dalam membangun ketahanan pangan merupakan program yang harus didukung oleh semua pihak karena kedepannya pangan akan menjadi satu perhatian kita bersama.
Keterlibatan TNI dalam ikut meningkatkan produksi pangan, terutama tanam padi, Jagung. Tak hanya itu, TNI juga ikut mengamankan pendistribusian pupuk, kedepan bisa dikembangkan untuk ketahanan pangan dalam arti luas, apalagi dengan didukung oleh teknologi pertanian.
Program pemerintah dalam membangun ketahanan pangan merupakan program yang harus didukung oleh semua pihak karena kedepannya pangan akan menjadi satu perhatian kita bersama.
Keterlibatan Babinsa dalam ketahanan pangan bukan saat ini saja, sebelumnya sudah dilaksanakan, karena para Babinsa Komando Kewilayahan (Kodim) berperan dalam bidang Ketahanan Pangan, karena mereka mempunyai kewajiban melaporkan data teritorial yang ada di desa binaannya serta menjaga tetap dalam kondisi yang baik.
Melalui program ketahanan pangan ini justru suatu peningkatan, karena begitu program digulirkan Babinsa juga ditingkatkan kemampuannya dengan diberikan pelatihan di bidang pertanian, sehingga mengerti komponen apa aja yg menunjang keberhasilan ketahanan pangan, bukan supaya bisa bercocok tanam saja.
Pendampingan Babinsa juga diperlukan untuk mengawasi distribusi pupuk dan bibit agar bisa sampai ke tangan petani tepat sasaran maupun tepat waktu. Semoga langkah Positif ini dapat segera mewujudkan Ketahanan Pangan.
Komandan Posramil 0825/22 licin Peltu Agus Sugiarto pada Kamis Pagi dini hari memberikan pengarahan kepada anggotanya yang menjabat sebagai BABINSA, ''Bintara Pembina Desa TNI AD yang dikenal Babinsa merupakan garda terdepan, dan berhadapan langsung dengan masyarakat. Babinsa berada di bawah Koramil atau Posramil sebagai organisasi setruktural yang memiliki wilayah tugas di Desa atau kelurahan sebagai pembina." Tuturnya.
Masih lanjutnya, "Seorang Bintara Pembina Desa memiliki wilayah tanggung jawab bervariasi, dari satu desa hingga beberapa desa. Tiap Kodim pasti punya Koramil ataupun Posramil tempat para Babinsa itu ditempa. Intinya, bagaimana mengubah mereka dari personel satuan tempur menjadi personel satuan teritorial yang siap pakai sebagai pembina di desa dan Secara pokok, tugas-tugas mereka meliputi mengumpulkan dan memelihara data pada aspek geografi, demografi, hingga sosial dan potensi nasional di wilayah kerjanya''. Ucapnya.
Komandan Posramil 0825/22 licin Peltu Agus Sugiarto juga menambahkan,
"Berkaitan dengan program pemerintah dalam swasembada pangan tentunya kita akan bertanya, apa yang akan dikerjakan oleh Babinsa yang bertolak belakang dengan kemampuannya sebagai militer, sementara tugas barunya Babinsa sebagi pedamping dan sebagai penyuluh pertanian dan tidak akan mengambil alih tugas atau fungsi dari penyuluh atau sarjana pertanian yang manapun. Babinsa yang telah menguasai metode pertanian pun tidak lantas mengecilkan peran para penyuluh dan praktisi pertanian yang sesungguhnya. Secara pasti Babinsa justru akan bahu membahu dengan para penyuluh pertanian lapangan melakukan upaya bersama untuk meningkatkan produktifitas pertanian." imbuhnya.
Koptu Wawan Koerniawan atau yang sering akrab disapa oleh warganya dengan panggilan pak wawan pada kesempatan pagi ini mendampingi petugas PPL Kecamatan Licin dan terjun lansung bersama petani ke lahan pertanian milik Bapak Indra yang berada di dusun karangsari Desa Segobang Kecamatan Licin Kabupaten Banyuwangi jawa timur untuk melaksanakan percepatan tanam padi di area lahan pertanian seluas 09 Ha.
(30/11/2023).
Kegiatan tersebut dimulai sekira pukul 06:00 WIB dan selesai dalam keadaan lancar, aman, serta Kondusif.
Sumber: Pendim 0825
Wartawan: budi






0 comments:
Posting Komentar