Rabu, 13 Mei 2026

Harriani Bianca Pimpin Aksi di MK, Donny Andretti Siap Kerahkan Sumber Daya Dukung Judicial Review UU Kesehatan

JAKARTA, Dialektika.my.id – Suasana di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) pada Rabu (13/05/2026) dipenuhi semangat perjuangan. Ratusan massa dari berbagai elemen masyarakat yang tergabung dalam gerakan Dharma Pembela Rakyat hadir untuk mengawal uji materi atau Judicial Review terhadap Undang-Undang Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023.
 
Di barisan depan, tampil memimpin sosok Ketua DPD FERADI WPI DKI Jakarta, Harriani Bianca Daryana. Didampingi tim hukum yang solid, yakni Advokat Cecilia Natasya Tionardi, SH, MH., serta Asisten Advokat Yoshua Rivaldo, Bianca hadir memastikan aspirasi rakyat disampaikan melalui koridor hukum yang sah.
 
"Kami Tidak Akan Diam Ketika Rakyat Gelisah"
 
Dalam orasinya di hadapan awak media dan massa, Bianca menegaskan komitmen organisasi untuk berdiri di garda terdepan mendampingi Dharma Pongrekun dan tim dalam proses hukum tersebut.
 
"FERADI WPI siap berdiri di garis depan mengawal Pak Dharma Pongrekun dalam Judicial Review UU Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023. Ini bukan sekadar persoalan hukum biasa. Ini menyangkut keselamatan rakyat, hak konstitusional masyarakat, dan masa depan bangsa. Kami tidak akan diam ketika rakyat gelisah," tegas Bianca.
 
Sementara itu, Advokat Cecilia Natasya menekankan bahwa upaya Judicial Review adalah hak konstitusional yang harus dihormati, bukan bentuk perlawanan terhadap negara.
 
"Konstitusi memberi hak kepada rakyat untuk menguji undang-undang. Jadi jangan ada pihak yang mencoba membungkam aspirasi masyarakat. Judicial Review adalah jalur hukum yang sah, elegan, dan bermartabat," ujarnya.
 
Hal senada disampaikan Ass. Adv. Yoshua Rivaldo yang menilai insan hukum wajib hadir di tengah rakyat, bukan hanya berbicara teori.
 
"Insan hukum tidak boleh hanya sibuk bicara teori di ruang seminar atau ruang sidang. Advokat harus hadir di tengah rakyat ketika masyarakat merasa membutuhkan perlindungan hukum," katanya.
 
Perjuangan Keras, Tetap Bermartabat
 
Meski bersuara lantang, Bianca mengingatkan seluruh elemen untuk tetap menjaga ketertiban dan tidak terprovokasi. Menurutnya, perjuangan demi kebenaran harus tetap berjalan dengan cerdas dan beradab.
 
"Kita boleh keras dalam memperjuangkan kebenaran, tetapi jangan kehilangan akal sehat dan martabat. Jangan beri ruang bagi provokasi. Kita datang membawa perjuangan hukum, bukan menciptakan kekacauan," pesannya.
 
Donny Andretti: Dukungan Penuh dari Pusat
 
Langkah tegas DPD Jakarta mendapat apresiasi tinggi dari Ketua Umum FERADI WPI, Donny Andretti. Ia menegaskan bahwa Dewan Pimpinan Pusat siap mendukung penuh dan mengerahkan seluruh sumber daya yang dibutuhkan.
 
"Saya memberikan dukungan penuh kepada DPD FERADI WPI Jakarta di bawah kepemimpinan Ibu Harriani Bianca. DPP FERADI WPI siap mengerahkan tim untuk membantu dan mengawal proses ini secara maksimal, profesional, dan sesuai koridor hukum," tegas Donny.
 
Lebih jauh, sebagai Ketua Umum Organisasi PERS, Donny juga memberikan instruksi kepada insan pers yang tergabung dalam Ikatan Wartawan Jagat Raya Indonesia (KAWAN JARI).
 
"Sebagai Ketua Umum dari Organisasi PERS, Saya minta rekan-rekan Pimpinan Redaksi Media yang tergabung di Ikatan Wartawan Jagat Raya Indonesia (KAWAN JARI) untuk menerjunkan tim wartawannya untuk turut mengawal perkara ini," tandasnya.
 
Kini, perhatian seluruh elemen masyarakat tertuju pada putusan Mahkamah Konstitusi, menanti keadilan dan kejelasan nasib regulasi yang dinilai sangat krusial bagi hajat hidup orang banyak.
 
 
Penulis: Tim 
Editor: Redaksi Dialektika.my.id
Share:

0 comments:

Posting Komentar