Minggu, 12 Juli 2026

Rangkaian BEC 2026: Banyuwangi Siapkan Deretan Event Seru! Ini Jadwal Lengkapnya

BANYUWANGI, Dialektika.my.id – Kabupaten Banyuwangi kembali menyiapkan beragam acara menarik bagi wisatawan. Pekan depan, selain acara spektakuler Banyuwangi Ethno Carnival yang digelar pada 18 Juli 2026, juga tersaji lima agenda lainnya, termasuk lomba lari SCF Run pada pagi hari 19 Juli.
 
Memasuki tahun ke-13, Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) akan berlangsung pada Sabtu, 18 Juli mendatang pukul 13.00. Menyambut karnaval besar ini, sejumlah kegiatan menarik disiapkan dalam rangkaian BEC Week yang berlangsung 16 hingga 19 Juli.
 
Salah satunya adalah Sekarkijang Creative Fest (SCF) yang didukung penuh oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember. Bertempat di Gedung Seni Budaya (Gesibu), SCF diramaikan dengan Festival UMKM yang berlangsung 16–19 Juli. Di sini tersaji pameran produk unggulan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah dari Banyuwangi serta daerah sekitarnya: Situbondo, Bondowoso, Jember, hingga Lumajang, mulai dari wastra, kerajinan tangan, hingga festival kuliner.
 
Selama Festival UMKM berlangsung, berbagai lomba dan kegiatan juga digelar. Pada 16 Juli tersedia Lomba Desain Motif Batik Sekarkijang dan Kompetisi Menyanyi. Kemudian pada 17 Juli diadakan Lomba Inovasi Kampanye Hijau, lokakarya Melukis Kreatif, Pameran Busana Anak, serta kegiatan Donor Darah.
 
“Kami juga menghadirkan Pasar Murah yang didukung oleh BI. Masyarakat dipersilakan berkunjung ke stan produk kreasi dan kuliner dari lima kabupaten di sekitar Banyuwangi,” ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat ditemui pada Minggu (12/7/2026).
 
Pada hari puncak BEC, 18 Juli, pawai akan dimulai dari kawasan Taman Blambangan. Ratusan peserta karnaval akan melintasi rute sepanjang 2 kilometer di jalan utama Banyuwangi.
 
BEC tahun ini menampilkan parade kostum etnik yang megah dengan tema “Perang Bayu”, kisah perjuangan warga Banyuwangi melawan penjajahan Belanda pada abad ke-18 yang menjadi tonggak sejarah berdirinya Kabupaten Banyuwangi.
 
Tema tersebut akan dituangkan dalam lima subtema yang menggambarkan berbagai bagian perjuangan dalam peristiwa Perang Bayu.
 
“Usai menyaksikan BEC di siang hari, wisatawan pada malamnya bisa menikmati atraksi budaya unik ‘Barong Battle’ di Agrowisata Tamansuruh,” tambah Ipuk.
 
Keesokan harinya, 19 Juli pagi, digelar lomba lari SCF Waqf Run sejauh 5 kilometer. Kegiatan ini menggabungkan olahraga dengan sosialisasi pentingnya wakaf, dengan titik kumpul dan garis finis di Taman Blambangan.
 
Di hari yang sama juga diselenggarakan Kompetisi Koki Halal, bincang santai “Beyond Halal”, edukasi perlindungan konsumen, hingga lomba mewarnai bagi anak-anak.
 
“Penutup rangkaian BEC adalah Konser Musik BEC sekaligus pengumuman Pemenang Kostum Terbaik, yang menandai berakhirnya BEC Week. Acara penutup ini berlangsung di Gesibu pada 19 Juli mulai pukul 19.00,” jelas Ipuk.
 
Ipuk menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bank Indonesia Jember yang terus mendukung kemajuan Banyuwangi. Dukungan tersebut tidak hanya terlihat dari kolaborasi Sekarkijang Creative Fest dan BEC, tetapi juga berbagai program lain yang memberdayakan pelaku UMKM lokal.
 
“Terima kasih kepada BI Jember yang konsisten mendampingi Banyuwangi di berbagai bidang, khususnya dalam memfasilitasi kemajuan UMKM daerah melalui beragam program,” ujarnya.
 
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan BI Jember, Achmad, menjelaskan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi telah terjalin erat sejak lama, terutama dalam mengembangkan potensi pelaku usaha lokal.
 
“Melalui acara seperti BEC, kami memanfaatkan momen ini untuk menghubungkan UMKM dengan pasar yang lebih luas. Selain itu, kami juga turut bangga dapat ikut memeriahkan acara yang kini telah memiliki reputasi internasional ini,” tutupnya. (*)
 
 
 
Sumber: Tim
Editor: Redaksi Dialektika.my.id
Share:

0 comments:

Posting Komentar