Peristiwa bermula ketika A.J. menerima informasi bahwa mobilnya, yang saat itu digunakan oleh keponakannya di wilayah Kota Yogyakarta, diduga dihentikan dan dibawa oleh sekelompok orang yang mengaku sebagai pihak terkait pembiayaan. Kendaraan tersebut kemudian diketahui berada dalam penguasaan Polresta Yogyakarta.
Pada Rabu sekitar pukul 12.00 WIB, A.J. mendatangi Satuan Reserse Kriminal Polresta Yogyakarta dengan didampingi tim kuasa hukum dari Firma Hukum Subur Jaya dan Rekan – FERADI WPI, yakni Advokat Donny Andretti, , S.H., S.Kom., M.Kom., C.Md., C.PFW., C.MDF., C.JKJ,. dan Asisten Advokat Dwi Agus Haryanto. Sejumlah wartawan dari Ikatan Wartawan Jagat Raya Indonesia juga tampak berada di lokasi.
Menurut keterangan Advokat Donny Andretti selaku kuasa hukum, A.J. menjalani pemeriksaan dan dimintai keterangan oleh penyidik. Setelah proses tersebut, A.J. disebut menerima penjelasan bahwa kendaraan akan dikembalikan kepada pemilik sesuai identitas pada STNK. Namun hingga sore hari, kendaraan tersebut belum diserahkan.
Sekitar pukul 17.00 WIB, pihak penyidik menyampaikan bahwa pimpinan meminta agar pihak yang sebelumnya membawa kendaraan atau pihak pembiayaan dihadirkan terlebih dahulu di Polresta Yogyakarta sebelum dilakukan penyerahan. Hal tersebut disebutkan sebagai dasar perlunya dilakukan kesepakatan antara pihak-pihak terkait.
Kuasa hukum A.J, Advokat Donny Andretti. mempertanyakan kebijakan tersebut, mengingat kendaraan berada dalam penguasaan kepolisian dan kepemilikannya dapat dibuktikan secara administratif. Sementara itu, A.J. mengaku mengalami gangguan kesehatan berupa vertigo yang kambuh selama menunggu kejelasan proses pengembalian kendaraan.
Dalam perkembangan selanjutnya, sejumlah orang yang diduga mewakili pihak pembiayaan hadir di lingkungan Satreskrim Polresta Yogyakarta. Proses tersebut tidak menghasilkan kesepakatan, dan sempat terjadi ketegangan antara pihak kuasa hukum dan kelompok tersebut.
Kuasa hukum A.J, Advokat Donny Andretti. kemudian menyampaikan rencana untuk melaporkan peristiwa ini ke Propam Mabes Polri dan Propam Polda DIY, terkait dugaan keterlambatan serta kesulitan pengembalian kendaraan milik kliennya. Setelah pernyataan tersebut disampaikan, kendaraan akhirnya diserahkan kembali kepada A.J. oleh pihak Polresta Yogyakarta pada hari yang sama.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari pihak Polresta Yogyakarta maupun pihak pembiayaan terkait peristiwa tersebut. Redaksi masih membuka ruang konfirmasi lanjutan guna memperoleh penjelasan berimbang dari seluruh pihak terkait.
Catatan Redaksi: Sebagai media yang menjunjung asas keberimbangan dan independensi, redaksi membuka ruang hak jawab bagi pihak-pihak yang berkepentingan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.
Penulis: Wartawan Wilma Sribayu






0 comments:
Posting Komentar