Jumat, 28 November 2025

Kasus Penipuan Emas Mengarah ke Dugaan Keterlibatan Oknum Polisi Jember, Korban Minta Penyelidikan Diperluas


JEMBER, Dialektika.my.id – Penanganan kasus penipuan emas yang dialami Soni Agustiawan memasuki fase baru. Setelah para pelaku utama ditangkap oleh tim gabungan Resmob Polresta Banyuwangi, Resmob Jember Barat, dan Resmob Lumajang, muncul dugaan adanya keterlibatan oknum anggota Polres Jember yang diduga ikut terlibat dalam rangkaian kejahatan yang menyebabkan kerugian hingga ratusan juta rupiah.


Soni Agustiawan mendatangi Polres Jember untuk melakukan klarifikasi dan memastikan perkembangan laporannya. Ia memberikan sejumlah informasi di ruang Unit Tipidum Polres Jember, terutama mengenai dugaan keterlibatan dua oknum anggota Resmob Jember Kota 1 berinisial YD dan YY, serta seorang purnawirawan Polri berinisial BD.


“Kedatangan saya ini terkait penipuan emas yang saya alami. Pelakunya sudah tertangkap oleh tim Resmob Banyuwangi dibantu Resmob Jember Barat dan Lumajang. Saya hadir di sini untuk mengklarifikasi, karena selain pelaku utama, ada pelaku-pelaku lain yang dimintai keterangan dan ada korban lain juga yang hadir hari ini, yakni Pak Kenang,” ujar Soni kepada awak media.


Ia menyatakan lega karena proses penangkapan pelaku berjalan lancar. Soni juga menyampaikan apresiasi kepada Wakapolres Jember, Kompol Ferry, serta Kanit Tipidum yang dinilai telah memfasilitasi pemeriksaan secara terbuka.


Namun, menurutnya masih ada hal yang harus ditelusuri. Soni menyebut adanya indikasi keterlibatan oknum polisi aktif sebagaimana disampaikan para pelaku selama proses pemeriksaan, termasuk dugaan adanya aliran “uang keamanan” sebesar Rp100 juta kepada pihak tertentu.


“Katanya ada oknum Resmob yang disebut di video itu. Dan tadi memang disebutkan lagi nama YD. Ini sudah mengarah ke oknum tersebut. Kalau memang terbukti, saya berharap oknum itu bisa disidang kode etik Polri,” tegas Soni.


Soni juga menjelaskan bahwa sejak awal ia telah melaporkan dugaan keterlibatan oknum aparat tersebut ke sejumlah lembaga, mulai dari Polda Jawa Timur hingga Mabes Polri dan Komisi III DPR RI.


“Sebelum pelaku tertangkap, saya sudah curiga. Karena setiap penggerebekan, pelaku selalu lolos. Ini yang membuat saya merasa ada yang tidak beres. Makanya saya lakukan Dumas dan melaporkan oknum tersebut ke berbagai institusi. Dan ternyata dalam video pelaku tertangkap, nama itu kembali disebut,” ujarnya.


Selain YD dan YY yang disebut masih aktif berdinas, nama BD yang merupakan purnawirawan Polri juga kembali muncul sebagai pihak yang diduga menerima uang keamanan. Menurut Soni, alamat rumah BD pun sudah dikantonginya.


Pihak Polres Jember, kata Soni, menyatakan bahwa seluruh nama yang muncul dalam pemeriksaan akan ditindaklanjuti. Ia menilai proses kini berlangsung lebih transparan.


“Sudah mulai terang-benderang. Tidak ada yang ditutup-tutupi sekarang. Saya yakin oknum lain juga akan dikembangkan. Karena di video awal saja sudah disebut YD dan YY, lalu kini bertambah BD. Yang dua masih aktif, yang satu sudah purna,” jelasnya.


Harapan Soni sederhana: proses hukum berjalan tanpa tebang pilih.


“Harapan ke depan, kasus ini harus dibuka seterang-terangnya untuk memberikan efek jera dan mencegah adanya korban lain. Institusi Polri harus bersih. Apalagi saat ini Kapolri sedang menggencarkan reformasi Polri dan Satgaswil. Semoga komitmen itu benar-benar terwujud dan Polri bisa betul-betul melayani serta mengayomi masyarakat,” pungkasnya.


Kasus ini kini menjadi perhatian publik karena tidak hanya menyangkut aksi penipuan, tetapi juga dugaan adanya perlindungan dari oknum aparat. Masyarakat menantikan langkah tegas penegak hukum dalam mengusut seluruh pihak yang diduga terkait.



Sumber: Tim

Editor: Redaksi 

Share:

0 comments:

Posting Komentar