Tegaldlimo, Banyuwangi, Dialektika.my.id – Pelepasaan Tukik atau anak penyu Oleh Mantan WAKIL Presiden RI Ke-11 Periode 2009 – 2014, Bapak Prof. Dr. (HC) H. Boediono, B.Sc., M.Ec., Ph.D. beserta Isteri Ny. Herawati Boediono, melakukan pelepasan anak penyu/tukik sebanyak 300 Ekor, di Pantai Ngagelan Taman Nasional Alas Purwo ( TNAP ) Desa Kalipait Kec. Tegaldlim. Rabu, (24/05/2023).
Pantai Ngagelan terletak Wilayah Taman Nasional Alas Purwo, Kegiatan diawali dengan doa bersama untuk seraya memanjatkan harapan agar kelestarian hidup penyu di alam bebas dapat terus berlangsung di tengah tantangan alam yang ada, baik yang berasal dari predator, perubahan iklim, maupun tangan jahil manusia. Dengan berjongkok, Mantan Wapres beserta Ibu Herawati secara perlahan melepaskan tukik ke alam bebas yang diikuti langkah alami para anak penyu ke arah laut.
Kepala BTN Alas Purwo Ibu Novita Kusuma Wardani,S.Hut., M.AP., M.Env., yang memandu jalannya pelepasan tukik. Ia juga memaparkan tentang siklus hidup penyu yang nantinya akan kembali lagi ke tempat pertama penyu tersebut menetas. “Habitat penyu ada di tengah laut, 60 jam berenang, empat hari tidak makan berenang terus, nantinya 25 tahun kemudian akan kembali ke tempat menetas,” Katanya.
Namun, pengelola yang sudah mengabdi selama 20 tahun tersebut menyayangkan, rentannya siklus hidup penyu membuat tidak banyak anak tukik yang mampu bertahan hidup. "(Hanya satu) yang dapat bertahan hidup dari 1.000 anak penyu,” terangnya.
Di sisi lain, Danramil 0825/09 Tegaldlimo, Kapten Inf Lukman Hartadi pada momen yang sama turut menjelaskan mitologi dari penyu tersebut. “Penyu sendiri secara mitologi memiliki mitos sebagai pembawa berkah keberuntungan dan usia panjang serta sebagai penjaga laut dan bumi ini, dan secara ekologi kehidupan laut, mereka adalah indikator bahwa pinggiran laut itu sehat airnya dan bebas polusi sehingga aman untuk berenang dan berwisata,” Pungkas Danramil.
sumber: pendim 0852 Banyuwangi
Wartawan: Tribudi






0 comments:
Posting Komentar